Proses Ekstraksi dan Pemurnian Minyak Atsiri ini meliputi :
Ekstraksi dengan Teknik Distilasi Uap
Pemisahan dengan Teknik Destilasi Molekuler
Pemurnian dengan Teknik Ekstraksi Fluida Superkritik
fraksinasi komponen atsiri dengan Teknik Destilasi Fraksinasi Vakum
Selain itu telah dikuasai proses Pemisahan Komponen Murni dari Minyak Sereh (Citronellol ) yang meliputi :
PEmisahan komponen murni minyak atsiri (Essential Oil)
Pemisahan citronellol dalam minyak sereh dengan system distilasi fraksinasi
Kegunaan :
Minyak atsiri sebagai bahan baku intermediate untuk industri kosmetik, farmasi, pangan
Menghasilkan citronellol dari minyak sereh rakyat dengan hasil kandungan 88 % (maksimum)
Proses dapat digunakan untuk meningkatkan kandungan
komponen aktif dari essential oil lain (minyak nilam, cengkeh, dll)
Keuntungan teknis/ekonomis :
Mengurangi produk impor dan menaikkan nilai ekonomi bahan lokal
Kelebihan destilasi fraksinasi adalah dalam proses pemisahan tidak diperlukan tambahan bahan lain sehingga lebih ekonomis
Hasil yang didapat memiliki kemurnian yang lebih tinggi dibanding distilasi biasa dan Komponen minyak atsiri yang diperoleh dalam bentuk absolut dengan harga relative lebih tinggi
Pemisahan komponen minyak atsiri dapat dilakukan tanpa pelarut
Jahe dapat dibuat menjadi minyak jahe (atau minyak atsiri) dan oleoresin jahe. Aroma harum jahe disebabkan adanya kandungan minyak atsiri, sedangkan oleoresinnya menyebabkan rasa pedas.
Minyak jahe diperoleh dengan cara menyuling/mengekstrak dengan air/alkohol rimpang jahe kering. Kandungan minyak atsiri dalam jahe kering sekitar 1-3%. Ekstrak minyak jahe berbentuk cairan kental berwarna kehijauan sampai kuning, berbau harum tetapi tidak memiliki komponen pembentuk rasa pedas. Komponen utama minyak atsiri jahe adalah zingiberen dan zingiberol.
Minyak atsiri, atau dikenal juga sebagai minyak eteris (aetheric oil), minyak esensial, minyak terbang, serta minyak aromatik, adalah kelompok besar minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas. Minyak atsiri merupakan bahan dasar dari wangi-wangian atau minyak gosok (untuk pengobatan) alami. Di dalam perdagangan, sulingan minyak atsiri dikenal sebagai bibit minyak wangi.
Para ahli biologi menganggap, minyak atsiri merupakan metabolit sekunder yang biasanya berperan sebagai alat pertahanan diri agar tidak dimakan oleh hewan (hama) ataupun sebagai agen untuk bersaing dengan tumbuhan lain (lihat alelopati) dalam mempertahankan ruang hidup. Walaupun hewan kadang-kadang juga mengeluarkan bau-bauan (seperti kesturi dari beberapa musang atau cairan yang berbau menyengat dari beberapa kepik), zat-zat itu tidak digolongkan sebagai minyak atsiri.
Minyak atsiri bersifat mudah menguap karena titik uapnya rendah. Selain itu, susunan senyawa komponennya kuat mempengaruhi saraf manusia (terutama di hidung) sehingga seringkali memberikan efek psikologis tertentu (baunya kuat). Setiap senyawa penyusun memiliki efek tersendiri, dan campurannya dapat menghasilkan rasa yang berbeda.
Secara kimiawi, minyak atsiri tersusun dari campuran yang rumit berbagai senyawa, namun suatu senyawa tertentu biasanya bertanggung jawab atas suatu aroma tertentu. Sebagian besar minyak atsiri termasuk dalam golongan senyawa organik terpena dan terpenoid yang bersifat larut dalam minyak/lipofil.
Beberapa minyak atsiri penting: